Jadilah orangtua yang berani

Dalam sebuah diskusi online melalui Whatsapp messenger, saya bersama-sama dengan 65 member Group Surabaya HEbAT Community melakukan sebuah gerakan pembuatan jurnal kegiatan dan portofolio anak. Kegiatan yang spontan saya cetuskan sebagai bagian akhir diskusi ini saya namakan Festival Ide Portofolio. Ajang praktek hasil diskusi online menjadi sebuah “karya” unik keluarga. Hasilnya? Alhamdulillaah, dalam 3 hari (rencana awal hanya 1 hari), bertebaran ide ide berani dan unik dari keluarga-keluarga hebat. Efeknya, kuota internet dan kuota space internal memory pun langsung drop hahaha, yang penting hasilnya menggembirakan.

Sebuah festival, pameran karya dan bisa dibilang sebagai virtual workshop tentang pendokumentasian anak yang sering disebut dengan jurnal kegiatan atau malah sebuah portofolio.

Nah, pertanyaannya, kenapa ide FIP ini muncul?, kira-kira seperti ini yang saya sampaikan kemarin :

  • Dokumentasi anak itu perlu
  • Sepakat bahwa setiap anak itu unik, begitu juga keluarga, tidak ada yang sama
  • Tidak ada orangtua yg tidak kreatif asal mau bergerak memulai
  • Mulai dengan 1 kalimat, besok tambahkan menjadi 1 paragraf, dan lusa lengkapi menjadi 1 tulisan dokumentasi ala kita.
  • Membangun peradaban itu butuh berjama’ah, tidak bisa sendirian
  • Saling berbagi ide dan memberi ide sebagai wujud kebersamaan. Karena hanya dengan berbagi maka kita pun akan dibagi, dengan memberi kita pun akan diberi. Semangat saling mengisi dan saling melengkapi ide.
  • Tidak ada bentuk dokumentasi terbaik, karena memang semuanya sudah menjadi yg terbaik bagi keluarga masing-masing. Ingat!!

Mari jadi teman pertumbuhan anak anak kita, saling tumbuh, saling mengajar dan saling belajar (Yus Rusyana)

Membangun peradaban adalah pekerjaan yang terlalu besar untuk dikerjakan sendirian! (Coach Muqiet)

Dan, berikut beberapa karya luar biasa dari Ayah Bunda yang bersemangat mengikuti Festival Ide Portofolio (versi ebook berisi resume DisWap dan Dokumentasi jurnal/portofolio sedang dalam proses)

Beberapa review dari kegiatan kemarin:

  1. Karya-karya yang ditampilkan semua luar biasa, ide berani dari para orangtua yang memang sudah luar biasa, ketika sudah ada kemauan, maka 1000 ide dan jalan akan muncul. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi arsitek peradaban yg lain
  2. Minder hanya sebuah kata yang harusnya dibuang jauh-jauh, karena sebenarnya orangtua sudah kreatif, jadi tidak usah kaget dicap sebagai orang yang “beda” atau unik, karena memang keluarga kita sudah beda dari sononya koq. Soalnya bila semua keluarga mempnyai karya yang sama, lalu apa yang membuat kita “lebih” dari yang lain?.
  3. Yang pasti,tidak ada bentuk dokumentasi paling bagus, yang ada semua unik dan terbaik bagi setiap keluarga
  4. Lihat keluarga lain boleh, kepengen dan mau nyontoh silahkan, tapi kalo terobsesi yo jangan, ngEman tenagane.
  5. Bangga dengan tulisan dan karya kita sendiri, karena itu membuktikan bahwa keluarga kita berbeda dengan keluarga lain
  6. Beranilah memulai menjadi arsitek peradaban, selanjutnya rileks dan optimis (Ust. Harry Santosa)

Nah, apakah anda berani masuk barisan ini?

Salam Mau Mampu Maju