Portofolio anak

Kata portofolio bisa diartikan beberapa macam tergantung bidang keilmuan yang memakainya. Di sini saya tulis sebagai kumpulan catatan/dokumentasi yang berisi aktifitas perkembangan anak, yang berguna sebagai tool untuk evaluasi dan pengamatan pola; bakat, minat, karakter dll. Bisa juga sebagai catatan/kumpulan hasil karya yang digunakan dalam menyusun sebuah curriculum  vitae. Tapi di sini kita fokus membahas portofolio anak saja yaa

Portofolio ini suatu saat akan berguna ketika anak sudah mulai besar, dimana dengan melihat catatan-catatan yang terkumpul, akan didapati pola yang berulang dan bisa jadi semakin lama semakin bagus dilakukan oleh anak tersebut. Pola ini bisa jadi adalah gaya belajar, juga  potensi/kekuatan atau yang sering dibilang sebagai bakat anak. Walau tidak menutup diri bahwa ada banyak anak yang sudah terlihat bakatnya dari kecil.

Bentuk portofolio tidak ada yg baku, karena modelnya adalah Customized, jadi disesuaikan dengan keunikan setiap keluarga/orangtua. Disesuaikan di sini maksudnya adalah “cara penulisan/pencatatan/penyimpanannya” :

  1. Konvensional
  • Anecdotal record
  • Sistem kolom kiri-kanan
  • Model bisnis kanvas
  • Album Foto (bernarasi)
  1. Digital
  • Digital photo
  • Blog/website
  • Softcopy/File document
  • Media Sosial
  • Video

Orangtua menyesuaikan, mana yang sekiranya “lebih nyaman” digunakan, yg pada intinya orang lain yg melihat pun tidak akan kesulitan.

Berikut adalah isi/content yang seharusnya ada dari sebuah portofolio  :

  • Tanggal dan waktu kejadian,
  • Tempat/lokasi,
  • Usia anak pd saat itu,
  • Deskripsi/kronologis kejadian,
  • Feedback (penilaian) ortu dan lain yg sejenis.
  • Barang bukti, (bila ada)

Bila orangtua tidak biasa menulis, portofolio bisa juga dengan menambahkan narasi di bagian obyek/hasil karya anak, sedikit narasi tentang waktu kejadian dan deskripsinya. Atau paling tidak, bisa menggunakan foto yang ada watermark waktunya (tanggal/bulan/tahun), sehingga ketika fasilitator melihat poto tersebut, langsung dapat mengingat waktu kejadiannya. Hasil karya anak ini bisa juga ditempelkan di dinding sebagai bentuk apresiasi dan pengingat kepada karya anak.

Yang dicatat apakah setiap hari?

Dikembalikan ke ortunya, kalo mau silahkan saja :).

Lebih baik catat kejadian-kejadian yg berkesan, nanti dikasih feedback/catatan oleh fasilitator.

Perlu kesabaran, ketelatenan dan tentu saja pengamatan ekstra untuk mendapatkan pola/potensi anak, tapi walau bagaimanapun sebagai fasililtator yang banyak berinterakasi dengan anak tentu akan ketemu jalannya.

Sebagai contoh, berikut saya lampirkan portofolio anak saya Fauzan (7 y) dari hasil mengamati capung yang kebetulan masuk ke rumah.

Badan Capung

Dan aktivitas di atas saya bukukan dalam Catatan Project Anak (CPA). 

Catatan Project Anak

Nah, sebenarnya mudah bukan? Bentuk dokumentasi terserah bagaimana kita saja, namanya juga customized, jadi sesuai cita rasa dan selera masing – masing keluarga. Satu hal yang pasti bahwa setiap anak, begitu juga setiap keluarga adalah unik.

Terakhir, berikut saya kutip ucapan salah satu dari 4 Khalifah,

“Jika kalian melihat anakmu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.” (Umar Bin Khattab)

 

Nah, semangad mencatat!!

Advertisements